Dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan dan mencetak generasi yang siap menghadapi tantangan zaman, SMPN 1 Tempuran secara resmi telah mengadopsi Kurikulum Merdeka. Langkah ini diambil untuk memberikan ruang yang lebih luas bagi siswa dalam mengeksplorasi potensi diri, serta mendukung guru agar bisa mengajar sesuai dengan tingkat kemampuan masing-masing anak.
Keputusan SMPN 1 Tempuran dalam menerapkan kurikulum ini sejalan dengan arah transformasi pendidikan nasional yang berfokus pada kedalaman materi, bukan sekadar mengejar hafalan. Bagi jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP), Kurikulum Merdeka masuk ke dalam kategori Fase D. Fase ini mencakup seluruh masa belajar siswa dari kelas VII, VIII, hingga kelas IX.
Ada beberapa karakteristik utama yang membuat proses belajar di Fase D ini terasa berbeda dan lebih seru dibanding kurikulum sebelumnya:
Pembelajaran Kokurikuler : Salah satu ciri khas paling mencolok adalah adanya Ppembelajaran Kokurikuler. Di Fase D, siswa tidak hanya belajar teori di dalam kelas, tetapi juga diajak mengerjakan projek nyata secara berkelompok untuk mencapai 8 Dimensi Profil Lulusan
Fokus pada Materi Esensial: Kurikulum ini memangkas materi-materi yang terlalu padat. Tujuannya agar guru memiliki waktu untuk mendalami konsep dasar (seperti literasi dan numerasi) secara lebih bermakna dan tidak terburu-buru.
Pembelajaran Diferensiasi: Guru di SMPN 1 Tempuran kini bisa menyesuaikan metode pengajaran dengan kebutuhan dan kecepatan belajar tiap siswa. Jadi, tidak ada lagi anak yang dipaksa "berlari" saat mereka masih butuh waktu untuk memahami dasarnya.
Kembalinya Mata Pelajaran Informatika: Berbeda dengan beberapa kurikulum terdahulu, di Fase D Kurikulum Merdeka, mata pelajaran Informatika kembali diwajibkan untuk mempersiapkan siswa menghadapi era digital.
Dengan berjalannya Kurikulum Merdeka di SMPN 1 Tempuran, suasana belajar di sekolah kini menjadi lebih hidup dan interaktif. Siswa didorong untuk berani berpendapat, membuat karya kreatif melalui projek, dan memahami esensi dari setiap ilmu yang dipelajari.
Pihak sekolah, mulai dari kepala sekolah hingga para guru, berkomitmen penuh untuk terus beradaptasi dan berinovasi demi menciptakan ekosistem sekolah yang ramah anak, merdeka belajar, dan berdaya saing global.